Langsung ke konten utama

Bagaimana Menghadapi Kemelut Rumah Tangga ? | Mengupas Poligami, Perselingkuhan dan KDRT (bagian 2)

Assalamualaikum, apa kabar?
Semoga semua dalam Rahman dan RahimNYA serta dianugerahi kebahagiaan dan ketenteraman dalam hidup dan rumah tangga (bagi yang belum, bersabar dulu, ya)

Ok pada bagian 1 kita telah mengupas tentang definisi poligami, sejarah dimulainya poligami, hukum-hukum yang berkaitan dengan poligami, baik Hukum Islam, Hukum di Negara Indonesia maupun Kompilasi Hukum Islam.  Nah kita juga telah memaklumi bahwa tidak semua poligami itu berhasil. Ada beberapa kasus poligami yang berakhir derita yang kadang tak berkesudahana dan seolah tak ada penyelesaian hingga maut menjelang. Dihhh syeremm yaa..  (Apa??? banyakk?? hehehe ibu-ibu pada tereak tuh, di belakang..),

OK sedikit kilas balik, kita bahas bahwa poligami ada dalam syariat Islam, pada asalnya adalah untuk:
1) Mewadahi kecenderungan lelaki yang menghasratkan lebih dari satu wanita dengan cara yang legal dan halal.
2). Memberi perlindungan kepada wanita-wanita yang memang membutuhkan perlindungan, cinta dan kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga yang syah. Nyatanya lelaki yang sudah berumah tangga lebih siap menanggung beban tersebut dibanding para lajang yang masih muda dan belum siap bertanggung jawab. (Duh panjang buanget penjelasannya. gitu deh pokoknya..).




Nah, namun dalam kenyataannya, tidak semua lelaki yang menyatakan diri siap menanggung lebih dari satu wanita itu, dalam perjalanan biduk rumah tangga menunjukkan kesungguhan dan tanggung jawab nyata. Banyak yang di awal menggebu mengejar-ngejar target isteri kedua dan seterusnya, lalu di tengah jalan...plenggg.. ngga tanggung jawab blas. Dengan dalih ini itu, bisa jadi mereka lebih cenderung kepada salah satu isterinya. Soal pembagian nafkah lahir dan batin bisa sangat timpang. Pun mereka kadang ngga peduli apakah anak-isterinya cukup makan, sandang dan kebutuhan lainnya. Apatah lagi peduli dengan pendidikan karakter dan pendidikan formal anak-anaknya. Boro-boro... mereka biasanya udah sibuk sendiri dengan waktu giliran, atau malah melarikan diri ke hobi laki-laki dalam rangka menghindari tanggung jawab dan rengekan para isteri yang menuntut ini dan itu.
Berattt Mas Brooo.....
Jadi jangan bayangkan poligami dari sudut enak-enakannya doang... pikirkan juga kesiapan mental, fisik, finansial dan yang paling penting spiritual. Jangan sampai ada yang kendor di tengah jalan. Harus "kuat" dalam segala hal sampai akhir. Wuihh... takut?? "Nggaaa..
 kalau siap dan keukeuh sih"  :P

Biasanya poligami yang tak menentramkan begini adalah poligami yang dipaksakan akibat suami tak bisa menahan diri dari perselingkuhan. Akibatnya adalah percekcokan rumah tangga yang sering berujung dengan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) baik oleh suami terhadap isteri maupun isteri terhadap anak-anaknya akibat stress yang tak tersalurkan secara benar.






Nah di sesi ini, kita akan bahas mengenai wanita-wanita yang berada pada posisi "menderita" akibat KDRT, perselingkuhan maupun poligami yang tak didasari niat awal yang suci dan cara-cara yang benar (sesuai syariah).
"Ada ta kasus seperti itu? " "O..ada...banyaaakkk".  Tapi masalahnya, hanya sedikit yang berani berbicara dan mengungkapkan penderitaannya. Banyak yang lebih suka memendam masalahnya sendiri. Alasannya :
1) Itu sudah takdir
2) Istri milik suami, jadi dia berhak memperlakukan saya terserah dia
3) Takut durhaka, bukankah ada firman jika saja Allah perbolehkan manusia menyembah manusia, maka Allah akan perintahkan isteri menyembah suami?
4) Takut hidup sendiri, takut dicap masyarakat sebagai "jendess" , takut sendirian dan kesepian, dan tudingan-tudingan negatif lainnya.
5) Gue makan apa kalo dia menceraikan gue??
6) Gue "cinta mati"  ama suami gue *sigh*

Nah kalo semua alasan di atas adalah alasan-alasan yang membelenggu anda wahai kaum wanita yang kebetulan berada di posisi yang mengalami KDRT akibat perselingkuhan suami ataupun poligami yang ngga syar'i (poligami di mana suami hanya mementingkan terpenuhinya kecenderungan memiliki lebih dari satu wanita, namun tak memiliki kriteria suami yang mampu, serta cara-cara yang  ditempuh ngga berlandaskan pada  hukum Allah ). Terus... kira-kira apa yang sebaiknya anda lakukan?

Ok biar kita perjelas dulu beberapa PENGERTIAN berikut:

PERSELINGKUHAN : Hubungan dua anak manusia yang berlawanan jenis, yang mana salah satu atau keduanya sedang terikat hukum perkawinan yang syah dengan orang lain.

KDRT : Semua tindakan terhadap perempuan atau kelompok terkoordinasi lain yang mengakibatkan atau "mungkin mengakibatkan" penderitaan fisik, seksual, ekonomi, atau psikologi. Termasuk ancaman untuk melakukan tindakan seperti itu. Pemaksaan atau menghilangkan kebebasan secara sepihak dalam ruang lingkup rumah tangga.

Mengapa seseorang melakukan KDRT?
Biasanya seseorang melakukan KDRT karena alasan psikologis, misalnya di masa kecilnya pernah disakiti orang tuanya, kakaknya, pamannya, gurunya atau siapapun yang justeru seharusnya berada di posisi sebagai pelindung atau walinya. Ini disebut KDRT Individu.

KDRT Individu ini terjadi pada kehidupan rumah tangga misalnya, suami kurang perhatian, pemarah, tidak mau mendengar keluhan isteri, atau sebaliknya isteri yang terlalu rewel dan mencurigai suami yang tidak-tidak. Nah kalau terjadi KDRT , misal suami melakukan kekerasan fisik atau menyakiti psikologi isteri, KDRT bisa berlanjut dari isteri kepada  anak-anak akibat ketidak mampuan isteri menanggung beban sendirian.

Kasus KDRT ini bisa menimpa pasangan poligami karena faktor kecemburuan, perhatian yang tidak seimbang, ataupun salah satu pihak merasa hak-haknya tidak terpenuhi. Yang lebih parah KDRT biasanya terjadi pada pasangan yang selingkuh. Biasanya laki-laki yang sedang selingkuh, tensinya naik akibat kecemasan kalau-kalau perselingkuhannya diketahui sang isteri. Nah bila ternyata ketahuan, biasanya mereka menggunakan KDRT sebagai alat pembela diri.

Nah Teh Irma Rahayu selaku Founder Soul Healing, sebuah komunitas untuk mensupport mereka yang terkena dampak KDRT (umumnya wanita), memberikan TIPS bagi para korban KDRT.

APA Yang Harus DILAKUKAN oleh para KORBAN KDRT?

1). Melapor pada wali atau pihak keluarga
2). Jika KDRT dikhawatirkan mengancam nyawa, TINGGALKAN RUMAH atau keluar rumah mencari bantuan/perlindungan pada keluarga/orang yang dipercaya.
3). Melapor pada pihak yang berwajib (Kepolisian) untuk meminta perlindungan
4) Merekan semua bukti-bukti perselingkuhan (biasanya pemicunya) dan KDRT .

Bagaimana bila imbas KDRT atau dampak psikologis perselingkuhan pasangan (biasanya laki-laki) itu demikian menyakitkan (pastilah) dan memukul harga diri dan jiwa seseorang? (umumnya wanita)

Teh Irma Rahayu selaku seorang Soul Healer . spesialisasi para korban rumah tangga bermasalah hehe... memberikan.
TIPS TAHAPAN PENYEMBUHAN:

1. Ambil waktu untuk menangis, mengasihani diri sendiri dan segala macam drama, lebih kurang 3 bulan saja, dengan tetap stay waras (jangan gila, minum racun atau usaha bunuh diri lainnya), tetep makan dan tetep mandi (mereka yang gak mau mandi bisa diikuti jin, dan ini akan mempersulit proses penyembuhan)

2. Serahkan sementara pengurusan anak pada orang tua atau keluarga yang dipercaya.

3. Berikutnya, mulai keluarlah dari "cangkang" mu dan beranikan kembali bersosialisasi, bersilaturahmi dengan keluarga dan teman-teman agar mampu menerima kondisi tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

4. Memperbanyak kegiatan positif yang memungkinkan anda bertemu banyak orang (yag tentunya mampu memberikan efek positif bagi jiwa raga anda).

Nah biasanya yang banyak menghambat proses healing atau penyembuhan itu adalah karena si korban sendiri mengalami MENTAL BLOCKED, merasa sedih, kesepian, terlalu mencintai suami, tidak mampu menghadapi hidup sendirian dan sebagainya. Nah ini nih tips dari Teh Irma Rahayu untuk
 MENGIKIS MENTAL BLOCKED pada korban KDRT dan Perselingkunhan:

1. Pisahkan ilusi dan emosi
2. Pahami perbedaan rasa mencintai dan takut hidup sendiri
3. Mengenal akar permasalahan, karena bisa jadi si wanita itu sendirilah penyebabnya, misal sikap acuh pada suami, acuh pada penampilan sendiri atau lain-lainnya.
4. Belajarlah mengatasi rasa insecure atau tidak aman. Baik korban atau pelaku KDRT. Yah karena pelaku KDRT seperti dikatakan di atas, kebanyakan adalah memendam trauma masa lalu dengan orang tuanya.
Teh Irma Rahayu


Nah.. kira-kira siapa diantara kita, saya dan anda yang apabila ditakdirkan menghadapi masalah seberat ini akan mampu bangkit dan berdiri tegak memulai hari-hari baru dengan lebih berani? Ayo siapa???  :D

Saya salut dengan Teh Aisha Maharanie yang berani speaking  up, berbicara tentang masalah yang dihadapinya, berani keluar mencari bantuan untuk mendapatkan  dukungan dari orang yang dianggap tepat atau mampu membantunya keluar dari masalah dan mental bloked yang dihadapinya.

Dalam hal ini Teh Aisha meminta bantuan pada pakar Soul Healer, Teh Irma Rahayu  yang kurang lebih dulunya juga mengalami hal yang serupa, bahkan mungkin apa yang Teh Irma alami lebih dasyat dari yang banyak dihadapi orang lain. Namun, berkat kepasrahannya kepada Allah Subhanahu WaTaala dan kegigihan tekadnya untuk sembuh dan mencari solusi, maka Allah tunjukkan baginya jalan keluar.

Ini satu kalimat  dari Teh Irma yang membekas dihati saya 
" Laki-laki(mantan suami)  yang melihat Lo (isteri korban perselingkuhan/KDRT) menangis, ngga bakalan dia mengasihani Lo!, Yang ada dia semakin eneg dan ninggalin Elo. Tapi kalau Lo bangkit, Lo tunjukin kalo diri Lo itu kuat, Lo itu berharga dan mampu menata hidup Lo ke depan, walau tanpa dia.  Lo akan akan menjadi makin bersinar. Kalo Lo percaya diri, bangkit, cantik dan  bersinar, Lo bisa bikin mantan Lo NGESOT mengemis-ngemis cinta Lo"

Hahaha..bener banget!! Ayo Ibu-ibu jangan sedih dan jangan putus asa, Kita punya Allah, apapun kejadian yang menimpa diri kita jangan pernah lepas dari harapan kita akan rahmat Allah yang luas. Makanya intinya tuh JANGAN MENCINTAI apapun di dunia ini lebih dari kita mencintai Allah. Tul, ngga?

Nah kalo masih ngga kuat menghadapi masalah sendirian, Anda bisa minta bantuanTeh Irma Rahayu di sini

www.irmarahayu.com
Irma Rahayu :  Soul Healer
                         Life Coach

Founder :         Emotional Healing Indonesia

Twitter   :         @irmasoulhealer


Sebagai seorang hamba yang beriman,kita tentu meyakini bahwa kehidupan dunia ini hanyalah ujian, maka sikap seorang muslim dalam menghadapi ujian adalah bersabar dan memohon pertolongan hanya kepada Allah. Janganlah berputus asa, perbanyaklah doa dan dekatkanlah diri kepada Allah niscaya hati menjadi tenang.

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku,katakanlah (Hai Muhammad) bahwa sesungguhnya Aku ini dekat. Aku menjawab doa orang-orang yang berdoa kepadaKU . Maka hendaklah mereka memenuhi segalaperintahKU dan hendaklah mereka beriman kepadaKU, agar mereka selalu berada dalam kebenaran [ Quran surah Al Baqarah (2): 186].

"..yaitu Orang-orang yang beriman hati dan mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang " [ Quran surah Ar ra'du  28]



Bloggers Surabaya berfoto bersama Teh Irma dan Teh Aisha



Biar ketularan pinter dan cantik :P



















Komentar

  1. Cinta itu harusnya saling mengasihi, kl sekali saja sudah mendapat perlakuan kasar, harus waspada. Seringnya perlakuan itu berulang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti cintanya udah luntur kali ya mba Rizka, soalnya ...hati manusia itu kan terus berbolak-balik, hanya cinta Allah yang tak pernah mati..

      Hapus
    2. Berarti cintanya udah luntur kali ya mba Rizka, soalnya ...hati manusia itu kan terus berbolak-balik, hanya cinta Allah yang tak pernah mati..

      Hapus
  2. Say no to KDRT

    say apa yah buat poligami?
    Say halal aja deh.

    Hihihii

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muslimah-Muslimah Yang Menginspirasi

Sebagai Muslimah sewajarnya kita menjadikan syariah sebagai dasar dari segala aktifitas kehidupan kita. Mengikuti keyakinan, bahwa tugas termulia seorang wanita adalah mengabdi pada suami dan mendidik putera-puterinya, banyak muslimah yang mendedikasikan seluruh waktunya untuk total menjadi isteri dan ibu.

Sebuah tugas yang cukup berat, mengingat banyak orang yang berpikir bahwa menjadi isteri dan ibu bukanlah pekerjaan, dan masih sering tidak dihargai. Sementara kenyataannya, menjadi isteri dan ibu berarti siap dua puluh empat jam dibebani pekerjaan rumah tangga yang seakan tiada habisnya. Semoga banyak orang yang menyadari  bahwa tugas dan kedudukan seorang ibu itu sangat mulia.


Namun sudah menjadi sunnatullah, bahwa ada sebagian muslimah yang memiliki passion pada pekerjaan dan aktivitas tertentu. Untuk mereka ini kita tentu tak bisa menunjuk bahwa mereka ini tidak berusaha menjadi isteri dan ibu yang baik. Asalkan bidang yang dipilih  memang dibutuhkan masyarakat, dia tetap bisa m…

Fahira Fahmi Idris, Bintang Yang Mampu Menjawab Kegalauan Masyarakat

Tidak salah memang, beberapa saat sebelum pesta demokrasi pemilihan anggota DPD RI, saya ikut menjagokan Uni  Fahira Fahmi Idris yang mewakili daerah pemilihan Jakarta. Meski saya bukan warga Jakarta, namun saya membaca sosok beliau yang inspiratif dan pemberani dalam mengulas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Saat itu (Mei 2014), saya  membaca banyak tweet yang mention beliau dan mendukung perempuan cantik 47 tahun ini untuk memenangi salah satu kursi DPD Jakarta.



Beberapa saat kemudian, beliau terbukti menang. Hal ini makin membuat saya sering memantau berita-berita tentang beliau.  Fahira Fahmi Idris adalah puteri berdarah Minang. Ayahnya adalah Fahmi Idris seorang pengusaha kelas satu yang memiliki bidang usaha mulai dari agrobisnis, perdagangan, perminyakan, hingga hotel.  Selain pengusaha TOP, Fahmi Idris pernah dua kali menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia, yakni pada masa pemerintahan Presiden Habibie dan Presiden SBY.  Lalu menjab…