Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Wafel Pertamaku

Ok, siapa sih yang ngga kenal kue wafel?  Semua orang pasti pernah makan kue ini setidaknya sekali seumur hidup, ya kannn..?
 Seingatku jaman dulu, maksudnya saat aku masih kecil. Kue ini sudah ada. Tapi mungkin orang jaman dulu kalau bikin kue campurannya cuman terigu, gula ama santen doang kali ya? kagak ada susu, mentega apalagi taburan meses, keju,terus whipping cream, ato bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan pada kue-kue jaman sekarang.

Sebenarnya saya sudah beberapa lama ini pengen banget makan kue wafel. Secara kalo sarapan di KF* atau pergi ke supermarket, selalu ketemu kue ini. Penasaran, kayaknya bahannya sederhana dan gampang dibuat.Cuman cetakannya harus khusus dan ngga mudah didapat juga di toko-toko alat masak.

Nah beberapa hari lalu, saya berkesempatan mengunjungi Pusat Grosir Surabaya yang lengkap dan rame itu. Setelah baca do'a masuk pasar (qiqiqi, ngga lupa doong), maka sayapun masuk pasar yang buesar itu, benar-benar berusaha fokus mencari apa yang saya butu…

Shopaholic, Wajarkah?

Anda tentu memiliki pengalaman serunya berbelanja di mall-mall mewah.Wah rasanya puass banget kan bisa membeli barang-barang branded dan berkualitas? Ngga sia-sia mengeluarkan uang banyak kalo barang yang kita dapat memang sesuai dengan harga. Apalagi kalo sedang ada  sale  atau diskon besar-besaran. Bisa-bisa kalap tuh kita. Yang semula rencanaya mau beli satu sepatu aja, pulang-pulang sudah menenteng empat baju, tiga sepatu, dua tas, seperangkat perhiasan, satu set kosmetik terbaru dan pernak-pernik lainnya.

Beberapa hari sesudah berbelanja mungkin kita akan terus tersenyum senang memandangi barang-barang indah di rumah hasil perburuan sehari atau bahkan berhari-hari dari mall ke mall. Tapi coba setelah sebulan, kembali kita renungkan. Apa benar kita memang mebutuhkan semua barang tersebut?

Sudah jamak di jaman modern ini, bahwa wanita sering hang out dan menghabiskan banyak waktunya di mall. Sekadar makan atau window shopping mungkin sebagai penghilang kejenuhan atau stress. Tapi …

Andai Waktu Bisa Kuulang

Manusia adalah makhluk yang lemah. Meski Allah Subhanahu Wa Taala memberikan begitu banyak potensi, namun tak sedikit yang gagal memanfaatkan potensi-potensi itu.

Kesehatan, Kekayaan, Masa Muda, Kesempatan dan Hidup itu sendiri merupakan nikmat yang banyak tersia-sia karena ketidak mampuan mengoptimalkan ke lima hal tersebut sebaik-baiknya.

Alangkah ringannya kaki ini melangkah pada suatu tempat dan hal yang sia-sia, namun alangkah beratnya bila harus melangkah menghadiri majlis-majlis ilmu dan ibadah.
Alangkah mudahnya kita mengeluarkan uang untuk membeli kesenangan dan kemewahan dunia, namun alangkah kikir hati ini menyisihkan sebagian kecil untuk perjuangan di jalan Allah.
Betapa banyak energi dan waktu dan kesempatan kita korbankan untuk meraih popularitas, ketenaran, uang dan kesenangan dunia, namun alangkah terburu-buru atau bahkan lalai sama sekali kita menyempatkan diri untuk menuntut ilmu dan beribadah dengan khusyu' menghadap Sang Khaliq.

Betapa kita selalu berpikir bahw…

Satu Dirham Diganti 120.000 Dirham

Dari Fudhail bin ‘Iyadh bercerita,  “Ada seorang laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya dengan harga satu dirham. Semula uang itu hendak digunakan untuk membeli tepung. Namun saat perjalanan pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang saling menjambak rambut satu sama lain. Ia bertanya,  “Ada apa ini?”  orang-orang memberitahunya bahwa keduanya bertengkar memperebutkan uang satu dirham. Maka, ia berikan uangnya yang hanya satu dirham untuk mendamaikan keduanya, dan ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang isteri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menjualnya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Di jalan, ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang hampir busuk. Ia pun berkata,  “Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah anda mau menukarnya dengan barangku?” ia pun mengiakan. 
Ikan itu…